Kamis, 26 April 2012

Laporan Keuangan Publikasi Bulanan Neraca PT BANK ANZ INDONESIA

Laporan Keuangan Publikasi Bulanan
Neraca
PT BANK ANZ INDONESIA
ANZ TOWER 8th FLOOR, JL. JEND. SUDIRMAN KAV. 33A, JAKARTA
Telp. 021-5750300

dahulu PT ANZ Panin Bank sampai dengan 29 Desember 2011

per Februari 2012

(Dalam Jutaan Rupiah)

Pos-pos


Bank





02-2012






ASET







Kas

134,324






Penempatan pada Bank Indonesia

1,811,983






Penempatan pada bank lain

878,630






Tagihan spot dan derivatif

305,755






Surat berharga

2,185,063






a. Diukur pada nilai wajar melalui laporan laba/rugi

437,276






b. Tersedia untuk dijual

1,401,377






c. Dimiliki hingga jatuh tempo







d. Pinjaman yang diberikan dan piutang

346,410






Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo)







Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo)







Tagihan akseptasi

606,081






Kredit

20,518,393






a. Diukur pada nilai wajar melalui laporan laba/rugi







b. Tersedia untuk dijual







c. Dimiliki hingga jatuh tempo







d. Pinjaman yang diberikan dan piutang

20,518,393






Pembiayaan syariah







Penyertaan







Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan -/-

1,128,438






a. Surat berharga

462






b. Kredit

1,126,921






c. Lainnya

1,055






Aset tidak berwujud

264,543






Akumulasi amortisasi aset tidak berwujud -/-

38,816






Aset tetap dan inventaris

494,675






Akumulasi penyusutan aset tetap dan inventaris -/-

264,677






Aset Non Produktif

10,966






a. Properti terbengkalai







b. Aset yang diambil alih







c. Rekening tunda

10,966






d. Aset antarkantor 2)







i. Melakukan kegiatan operasional di Indonesia







ii. Melakukan kegiatan operasional di luar Indonesia







Cadangan kerugian penurunan nilai aset non keuangan -/-







Sewa pembiayaan







Aset pajak tangguhan

161,376






Aset Lainnya

672,630






TOTAL ASET

26,612,488






LIABILITAS DAN EKUITAS







LIABILITAS







Giro

3,632,481






Tabungan

3,392,887






Simpanan berjangka

14,218,118






Dana investasi revenue sharing







Pinjaman dari Bank Indonesia







Pinjaman dari bank lain

277,565






Liabilitas spot dan derivatif

281,762






Utang atas surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo)







Utang akseptasi

606,081






Surat berharga yang diterbitkan







Pinjaman yang diterima







Setoran jaminan







Liabilitas antar kantor 2)







a. Melakukan kegiatan operasional di Indonesia







b. Melakukan kegiatan operasional di luar Indonesia







Liabilitas pajak tangguhan







Liabilitas lainnya

740,150






Dana investasi profit sharing







TOTAL LIABILITAS

23,149,044






EKUITAS







Modal disetor

1,650,000






a. Modal dasar

6,600,000






b. Modal yang belum disetor -/-

4,950,000






c. Saham yang dibeli kembali (treasury stock) -/-







Tambahan modal disetor







a. Agio







b. Disagio -/-







c. Modal sumbangan







d. Dana setoran modal







e. Lainnya







Pendapatan (kerugian) komprehensif lainnya

13,653






a. Penyesuaian akibat penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing







b. Selisih penilaian kembali aset tetap







c. Lainnya

13,653






Selisih kuasi reorganisasi







Selisih restrukturisasi entitas sepengendali







Modal pinjaman







Cadangan

10,000






a. Cadangan umum

10,000






b. Cadangan tujuan







Laba/rugi

1,789,791






a. Tahun-tahun lalu

1,707,596






b. Tahun berjalan

82,195






TOTAL EKUITAS

3,463,444






TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS

26,612,488







Laporan Keuangan Publikasi Bulanan
Laporan Laba Rugi dan Saldo Laba
PT BANK ANZ INDONESIA
ANZ TOWER 8th FLOOR, JL. JEND. SUDIRMAN KAV. 33A, JAKARTA
Telp. 021-5750300

dahulu PT ANZ Panin Bank sampai dengan 29 Desember 2011

per Februari 2012

(Dalam Jutaan Rupiah)

Pos-pos








02-2012







PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL








A. Pendapatan dan Beban Bunga








1. Pendapatan Bunga

398,769







a. Rupiah

318,451







b. Valuta Asing

80,318







2. Beban Bunga

127,986







a. Rupiah

97,165







b. Valuta Asing

30,821







Pendapatan (Beban) Bunga bersih

270,783







B. Pendapatan dan Beban Operasional selain Bunga








1. Pendapatan Operasional Selain Bunga

868,430







a. Peningkatan nilai wajar aset keuangan (mark to market)

508,367







i. Surat berharga

80







ii. Kredit








iii. Spot dan derivatif

508,287







iv. Aset keuangan lainnya








b. Penurunan nilai wajar liabilitas keuangan (mark to market)








c. Keuntungan penjualan aset keuangan

15,982







i. Surat berharga

15,982







ii. Kredit








iii. Aset keuangan lainnya








d. Keuntungan transaksi spot dan derivatif (realised)

197,131







e. Keuntungan dari penyertaan dengan equity method








f. Dividen








g. Komisi/provisi/fee dan administrasi

143,948







h. Pemulihan atas cadangan kerugian penurunan nilai








i. Pendapatan lainnya

3,002







2. Beban Operasional Selain Bunga

1,029,620







a. Penurunan nilai wajar aset keuangan (mark to market)

458,558







i. Surat berharga

1,848







ii. Kredit








iii. Spot dan derivatif

456,710







iv. Aset keuangan lainnya








b. Peningkatan nilai wajar kewajiban keuangan (mark to market)








c. Kerugian penjualan aset keuangan








i. Surat berharga








ii. Kredit








iii. Aset keuangan lainnya








d. Kerugian transaksi spot dan derivatif (realised)

184,633







e. Kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment)

136,406







i. Surat berharga








ii. Kredit

136,406







iii. Pembiayaan syariah








iv. Aset keuangan lainnya








f. Kerugian terkait risiko operasional








g. Kerugian dari penyertaan dengan equity method








h. Komisi/provisi/fee dan administrasi

6,115







i. Kerugian penurunan nilai aset lainnya (non keuangan)








j. Beban tenaga kerja

105,282







k. Beban promosi

36,150







l. Beban lainnya

102,476







Pendapatan (Beban) Operasional Selain Bunga Bersih

(161,190)







LABA (RUGI) OPERASIONAL

109,593







PENDAPATAN (BEBAN) NON OPERASIONAL








1. Keuntungan (kerugian) penjualan aset tetap dan inventaris








2. Keuntungan (kerugian) penjabaran transaksi valuta asing








3. Pendapatan (beban) non operasional lainnya








LABA (RUGI) NON OPERASIONAL








LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN

109,593







4. Pajak Penghasilan

27,398







a. Taksiran pajak tahun berjalan

27,497







b. Pendapatan (beban) pajak tangguhan

99







LABA (RUGI) BERSIH

82,195







TRANSFER LABA (RUGI) KE KANTOR PUSAT **)









Laporan Keuangan Publikasi Bulanan
Komitmen dan Kontinjensi
PT BANK ANZ INDONESIA
ANZ TOWER 8th FLOOR, JL. JEND. SUDIRMAN KAV. 33A, JAKARTA
Telp. 021-5750300

dahulu PT ANZ Panin Bank sampai dengan 29 Desember 2011

per Februari 2012

(Dalam Jutaan Rupiah)

Pos-pos






02-2012





I. TAGIHAN KOMITMEN

3,733,931





1. Fasilitas pinjaman yang belum ditarik






a. Rupiah






b. Valuta Asing






2. Posisi pembelian spot dan derivatif yang masih berjalan

3,733,931





3. Lainnya






II. KEWAJIBAN KOMITMEN

24,542,749





1. Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum ditarik

17,061,011





a. BUMN






i. Committed






- Rupiah






- Valuta Asing






ii. Uncommitted






- Rupiah






- Valuta Asing






b. Lainnya

17,061,011





i. Committed

2,350,623





ii. Uncommitted

14,710,388





2. Fasilitas kredit kepada bank lain yang belum ditarik






a. Committed






- Rupiah






- Valuta Asing






b. Uncommitted






- Rupiah






- Valuta Asing






3. Irrevocable L/C yang masih berjalan

1,733,566





a. L/C luar negeri

1,675,817





b. L/C dalam negeri

57,749





4. Posisi penjualan spot dan derivatif yang masih berjalan

5,748,172





5. Lainnya






III.TAGIHAN KONTINJENSI

5,033,355





1. Garansi yang diterima

5,002,497





a. Rupiah

212,733





b. Valuta Asing

4,789,764





2. Pendapatan bunga dalam penyelesaian

30,858





a. Bunga kredit yang diberikan

30,858





b. Bunga lainnya






3. Lainnya






IV.KEWAJIBAN KONTINJENSI

2,468,415





1. Garansi yang diberikan

2,468,415





a. Rupiah

420,534





b. Valuta Asing

2,047,881





2. Lainnya







Laporan Keuangan Publikasi Bulanan
PT BANK ANZ INDONESIA
ANZ TOWER 8th FLOOR, JL. JEND. SUDIRMAN KAV. 33A, JAKARTA
Telp. 021-5750300

dahulu PT ANZ Panin Bank sampai dengan 29 Desember 2011

Kualitas Aktiva Produktif dan Informasi Lainnya
per Februari 2012

(Dalam Jutaan Rupiah)

Pos-pos

02-2012







L

DPK

KL

D

M

Jumlah







Penempatan pada bank lain

878,630





878,630







a.Rupiah

15,448





15,448







b.Valuta Asing

863,182





863,182







Tagihan spot dan derivatif

305,755





305,755







a.Rupiah

168,590





168,590







b.Valuta Asing

137,165





137,165







Surat berharga

2,185,063





2,185,063







a.Rupiah

1,856,061





1,856,061







b.Valuta Asing

329,002





329,002







Surat Berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (Repo)













a.Rupiah













b.Valuta Asing













Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (Reverse Repo)













a. Rupiah













b.Valuta Asing













Tagihan Akseptasi

606,081





606,081







Kredit

19,561,949

467,864

132,997

115,964

239,619

20,518,393







a. Debitur Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)

12,190

7,139

3,780

785

5,565

29,459







i. Rupiah

11,513

7,139

3,780

785

5,565

28,782







ii.Valuta Asing

677





677







b.Bukan debitur UMKM

19,549,759

460,725

129,217

115,179

234,054

20,488,934







i. Rupiah

7,991,698

460,725

58,452

115,179

234,054

8,860,108







ii.Valuta Asing

11,558,061


70,765



11,628,826







c. Kredit yang direstrukturisasi

44,556

38,615

76,936

11,760

93,504

265,371







i. Rupiah

26,537

38,615

6,171

11,760

93,504

176,587







ii.Valuta Asing

18,019


70,765



88,784







d.Kredit Properti

873,757

93

88

6


873,944







Penyertaan













Penyertaan modal sementara













Komitmen dan Kontinjensi

20,990,437

253,533

19,022



21,262,992







a.Rupiah

8,561,139

253,533




8,814,672







b.Valuta Asing

12,429,298


19,022



12,448,320







Aset yang diambil alih







Lembaga Keuangan Bukan Bank

1. Pengertian Lembaga Keuangan Bukan Bank ( LKBB ) :

Lembaga Keuangan Bukan Bank adalah badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang keuangan, secara langsung ataupun tidak langsung, menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali kepada masyarakat untuk kegiatan produktif

A. Usaha – Usaha yang dilakukan LKBB antara lain :

1) Menghimpun dana dengan jalan mengeluarkan kertas berharga

2) Sebagai perantara untuk mendapatkan kompanyon ( dukungan dalam bentuk dana ) dalam usaha patungan

3) Perantara untuk mendapatkan tenaga ahli

  1. Peran – peran LKBB antara lain :

1) Membantu dunia usaha dalam meningkatkan produktivitas barang / jasa

2) Memperlancar distribusi barang

3) Mendorong terbukanya lapangan pekerjaan

1.1 Jenis – Jenis LKBB :

1) Perusahaan Asuransi : perusahaan yang memberikan jasa-jasa dalam penanggulangan resiko

atas kerugian, kehilangan manfaat, dan tanggung jawab hukum pada pihak ketiga karena peristiwa ketidakpastian

  • Polis Asuransi : surat kontrak pelaksanaan asuransi yang berupa kesepakatan kedua belah pihak
  • Premi Asuransi : uang pertanggungan yang dibayar tertanggung kepada penanggung
  • Keuntungan Asuransi :

v Bagi Pemilik Asuransi :

- keuntungan dari premi yang dibayar nasabah

- keuntungan dari hasil penyertaan modal ke perusahaan lain

- keuntungan dari hasil bunga investasi surat-surat berharga


v Bagi Nasabah :


– memberi rasa aman

- merupakan simpanan yang pada saat jatuh tempo dapat

ditarik lagi

- terhindar dari resiko kerugian

- memperoleh penghasilan di masa datang

- memperoleh penggantian akibat kerugian kerusakan atau Kehilangan

2) Perusahaan Dana Pensiun ( TASPEN ) : badan hukum yang mengelola dan menjalankanprogram

yang menjanjikan manfaat pensiun

  • Manfaat Perusahaan Dana Pensiun :

v Bagi perekonomian nasional : dana yang dihimpun dari iuran peserta dapat sebagai modal

bagi dunia usaha

v Bagi peserta : dana pensiun akan memberi jaminan pendapatan di hari tua

  • Manfaat bagi perusahaan :

v Loyalitas

v Kewajiban moral

v Kompetisi pasar tenaga kerja

  • Manfaat bagi karyawan :

v Rasa aman

v Kompensasi yang lebih baik

3) Koperasi Simpan Pinjam : menghimpun dana dari masyarakat dan meminjamkan kembali kepada

anggota atau masyarakat

  • Modal Koperasi
1. Simpanan Pokok : dibayar sekali pada awal menjadi anggota

2. Simpanan Wajib : dibayar selama menjadi anggota dengan jangka waktu tertentu sesuai keputusan rapat anggota

3. Simpanan Sukarela : dibayar dalam jangka waktu yang tidak ditentukan

  • Landasan Koperasi :
1. Landasan Idiil : Pancasila

2. Landasan Struktural : UUD 1945 pasal 33 ayat 1

3. Landasan Operasional : UU no 25 tahun 1992

4. Landasan Mental : kesetiakawanan dan kesadaran

  • Keuntungan :
1. Tidak memakai jaminan

2. Angoota terhindar dari rentenir

3. Akhir tahun memperoleh SHU

4) Bursa Efek / Pasar Modal : tempat jual beli surat-surat berharga

  • Saham : surat berharga dimana pemiliknya merupakan pemilik perusahaan
  • Obligasi : surat berharga yang merupakan instrumen utama perusahaan. Pemiliknya bukan

merupakan pemilik perusahaan

  • Keuntungan pasar modal :
  1. Menyediakan sumber pembiayaan jangka panjang untuk dunia usaha.
  2. Sarana untuk mengalokasikan sumber dana secara optimal bagi investor.
  3. Memungkinkan adanya upaya diversifikasi.
  • Kelemahan pasar modal :
  1. Mekanisme pasar modal yang cukup rumit menyulitkan pihak-pihak tertentu yang akan terlibat di dalamnya.
  2. Saham pasar modal bersifat spekulatif sehingga dapat merugikan pihak tertentu.
  3. Jika kurs tidak stabil, maka harga saham ikut terpengaruh.

Manfaat bagi Investor :

  • Memperoleh deviden bagi pemegang saham
  • Memperoleh capital gain jika ada kenaikan harga saham
  • Memperoleh bunga bagi pemegang obligasi
  • Mempunyai hak suara dalam RUPS
  • Dapat dengan mudah mengganti instrumen investasi

Manfaat bagi Emiten :

  • Mendapatkan dana yang lebih besar
  • Perusahaan dapat lebih fleksibel dalam mengolah dana
  • Memperkecil ketergantungan terhadap bank
  • Besar kecilnya deviden tergantung besar kecilnya keuntungan
  • Tidak ada kewajiban yang terikat sebagai jaminan

Manfaat bagi Pemerintah :

  • Membantu pemerintah dalam mendorong perkembangan pembangunan
  • Membantu pemerintah dalam mendorong kegiatan investasi
  • Membantu pemerintah dalam menciptakan kesempatan kerja

5) Perusahaan Anjak Piutang : Badan Usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk

pembelian atau pengalihan serta pengurusan piutang.

Manfaat bagi klien :

  1. Peningkatan penjualan
  2. Kelancaran modal kerja
  3. Memudahkan penagihan hutang
  4. Efisiensi usaha

Manfaat bagi factor :

  1. Fee dari klien

Manfaat bagi customer :

  1. Kesempatan untuk membeli secara kredit
  2. Pelayanan penjualan yang lebh baik

6) Perusahaan Modal Ventura : Badan Usaha yang melakukan pembiayaan dalam bentuk

penyertaan modal kedalam perusahaan

keunggulan Modal Ventura :

1. Sumber dana bagi perusahaan baru.

2. Adanya penyertaan manajemen.

3. Keperdulian yang tinggi dari perusahaan modal Ventura.

4. Dengan adanya penyertaan modal,PPU dapat mencari bantuan modal dalam bentuk lain.

5. MV menaikkan pamor PPU.

6. PPU mendapat mitra baru yang dimiliki perusahaan modal ventura

7. Mendukung usaha kecil yg berpotensi berkembang dan memperluas kesempatan kerja

Kelemahan modal ventura :

  1. Jangka waktu pembiayaan yang relatif panjang
  2. Terlalu selektifnya perusahaan modal ventura dalam mencari perusahaan pasangan usaha
  3. Kontrol manajemen perusahaan pasangan usaha dapat diambil alih oleh perusahaan modal ventura apabila menunjukan gejala kegagalan.

Manfaat modal ventura :

  1. Keberhasilan Usaha Meningkat
  2. Efisiensi dalam Pendistribusian Barang
  3. Menigkatkan Bank-abilitas perusahaan
  4. Pemanfaatan Dana Perusahaan Menigkat
  5. Likuiditas Menigkat

7) Pegadaian : suatu usaha yang memberikan pinjaman bagi nasabah dengan jaminan barang

bergerak

  • Tujuan Pegadaian : - Mencegah praktik ijon, riba, dan pinjaman tidak wajar

- Turut melaksanakan dan menunjang pelaksanaan kebijakan program

pemerintah di bidang ekonomi

8) Perusahaan Sewa Guna : pembelian secara angsuran, namun sebelum angsurannya selesai

(lunas), hak barang yang diperjualbelikan masih dimiliki oleh penjual.

Namun demikian, begitu kontrak leasing ditandatangani, segala fasilitas

dan kegunaan barang tersebut boleh digunakan oleh pembeli

  • Manfaat Leasing :
  1. Menghemat modal
  2. Diversifikasi sumber-sumber pembiayaan
  3. Persyaratan lebih mudah dan fleksibel
  4. Biaya lebih murah

Jumat, 23 Desember 2011

Siklus Pendapatan, Siklus Pengeluaran, Siklus Produksi, Siklus SDM & Penggajian dan Siklus keuangan.


Siklus Pendapatan (Penerimaan):

Siklus pendapatan perusahaan ataupun badan usaha lain terdiri dari hasil Penjualan dan Penerimaan Kas .

Siklus Pendapatan adalah aktivitas bisnis yang berulang dan operasi pemrosesan informasi terkait dengan penyediaan barang dan jasa kepada konsumen serta pengumpulan kas atas pembayaran dari penjualan tersebut.

Aktivitas bisnis siklus pendapatan terdiri dari:

1. Entri pesanan penjualan

Entri pesanan penjualan terdiri atas tiga tahapan:

    • Menerima pesanan konsumen
    • Pengecekan dan persetujuan kredit konsumen
    • Pengecekan ketersediaan persediaan

Bagaimanapun pesanan konsumen diterima, edit checks berikut dibutuhkan:

    • Validity checks
    • Completeness test
    • Reasonableness tests
    • Persetujuan Kredit:
      • Otorisasi umum
      • Limit kredit
      • Otorisasi khusus:
Ø Limit checks

2. Pengiriman

- Penyiapan pesanan konsumen dan pengiriman barang terdiri atas 2 tahapan :

Ø Pengambilan dan pengepakan pesanan

Ø Pengiriman pesanan

- Pekerja gudang bertanggunjawab untuk memenuhi pesanan konsumen dengan menghilangkan barang dari persediaan

- Keputusan kunci dan kebutuhan informasi:

Ø Penentuan metode pengiriman:

1. in-house

2. outsource

3. Penagihan dan Piutang

Aktivitas dilakukan pada tahap siklus penerimaan ini:

-Penagihan konsumen

-Memelihara rekening konsumen

Keputusan kunci dan kebutuhan informasi:

§ Penagihan yang akurat

o Jenis sistem penagihan:

Ø Pada sistem postbilling, taghian disiapkan setelah konfirmasi bahwa barang sudah dikirimkan

Ø Dalam sistem prebilling, tagihan disiapkan (tapi tidak dikirim) saat pesanan disetujui.

o Persediaan, piutang, dan buku besar diupdate pada tahap ini.

· Metode memelihara piutang:

o Metode open invoice

o Metode balance-forward

· Untuk mendapatkan alur yang lebih seragam atas penerimaan kas, banyak perusahaan menggunakan proses disebut cycle billing.

4. Pengumpulan kas

Langkah ini melibatkan:

    1. Penanganan kiriman uang dari konsumen
    2. Depositokan kiriman uang tsb ke bank

Area yang terlibat dalam aktivitas ini :

    1. Kasir
    2. Fungsi Piutang

Keputusan kunci dan kebutuhan informasi:

    1. Penurunan pencurian kas.
    2. Fungsi piutang/penagihan tidak boleh punya akses secara fisik pada kas atau cek
    3. Fungsi piutang harus dapat mengidentifikasi sumber dari berbagai kiriman uang dan tagihan yang harus dikredit

Keputusan Penting dalam Siklus Penerimaan

Tujuan utama siklus penerimaan adalah menyediakan produk yang tepat pada tempat yang tepat pada waktu yang tepat dan pada harga yang tepat.

Untuk mencapai tujuan utama siklus penerimaan, manajemen harus memutuskan keputusan penting berikut :

• Sampai sejauh mana dan haruskah produk disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan konsumen tertentu?

• Berapa banyak persediaan yang harus tersedia, dan dimana persediaan itu harus ditempatkan?

• Bagaimana barang dikirimkan kepada konsumen? Haruskah perusahaan melakukan fungsi pengiriman sendiri atau outsource kepada pihak ketiga yang khusus menangani logistik?

Pengendalian: Tujuan,Ancaman, dan Prosedur

• Fungsi kedua dari SIA yang baik adalah menyediakan pengendalian yang cukup untuk memastikan bahwa tujuan berikut tercapai :

– Transaksi diotorisasi dengan benar.

– Transaksi yang dicatat adalah benar.

– Valid, transaksi yang diotorisasi dicatat.

– Transaksi dicatat dengan akurat

– Aset (kas, persediaan, dan data) diamankan dari kehilangan atau pencurian.

– Aktivitas bisnis dilakukan dengan efisien dan efektif


Ancaman dan Prosedur Pengendalian pada ENTRY PESANAN PENJUALAN


Ancaman dan Prosedur Pengendalian pada PENGIRIMAN


Ancaman dan Prosedur Pengendalian pada PENAGIHAN DAN PIUTANG


Ancaman dan Prosedur Pengendalian pada PENGUMPULAN KAS


Ancaman dan Prosedur Pengendalian pada PENGENDALIAN UMUM


Siklus Pengeluaran

Siklus Pengeluaran adalah aktivitas bisnis yang berulang dan operasi pemrosesan data yang terkait dengan pembelian dan pembayaran barang dan jasa.

Tujuan utama siklus pengeluaran adalah untuk meminimalkan biaya total untuk pembelian dan pemeliharaan persediaan, pasokan, dan berbagai jasa yang diperlukan untuk menjalankan organisasi

aktivitas dasar dalam siklus pengeluaran :

1. Pemesanan barang, pasokan dan jasa

Aktivitas bisnis utama dalam siklus pengeluaran adalah pemesanan persediaan atau pasokan.

a) Metode pengendalian persediaan (sering disebut economic order quantity [EOQ]):

– Pendekatan ini berdasarkan perhitungan ukuran pesanan optimal agar meminimalkan jumlah biaya pesanan, pengiriman dan penyimpanan

b) Metode pengendalian Persediaan Alternatif :

– MRP (material requirement planning)

• Pendekatan ini menurunkan tingkat persediaan yang dibutuhkan dengan cara menjadualkan produksi, daripada memperhitungkan kebutuhan.

– JIT (just in time)

• Sistem JIT meminimalkan baik biaya pengiriman dan penyimpanan

2. Penerimaan dan penyimpanan barang, pasokan dan jasa

Aktivitas bisnis utama kedua melibatkan penerimaan dan penyimpanan barang yang dipesan.

Departemen penerimaan mempunyai 2 tanggungjawab utama:

- Menentukan apakan menerima suatu kiriman

- Memeriksa kuantitas dan kualitas

3. Pembayaran barang, pasokan dan jasa

Tujuan dari rekening hutang adalah untuk mengotorisasi pembayaran hanya untuk barang dan jasa yang dipesan dan sudah diterima.

Ada 2 cara untuk memproses tagihan dari pemasok:

- Nonvoucher system

- Voucher system

Pemrosesan efisiensi dapat diperbaiki dengan cara :

- Meminta pemasok untuk mengirimkan surat tagihan secara elektronik, baik dengan EDI atau lewat Internet

- Menghilangkan tagihan pemasok. Pendekatan tanpa tagihan ini disebut evaluated receipt settlement (ERS).


Siklus Produksi

Siklus Produksi adalah aktivitas bisnis yang berulang dan operasi pemrosesan data terkait dengan pabrikasi suatu produk.

aktivitas dasar dalam siklus produksi :

1. Perancangan Produk

Tujuan dari aktivitas ini adalah untuk merancang suatu produk yang sesuai kebutuhan konsumen tentang kualitas, daya tahan, dan fungsionalitas dengan tetap meminimalkan biaya produksi.

2. Perencanaan dan penjadualan

Tujuan langkah ini adalah perencanaan produksi yang cukup efisien untuk memenuhi pesanan yang ada dan mengantisipasi permintaan jangka pendek tanpa terjadi kelebihan persediaan produk jadi.

3. Operasi Produksi

Tujuan langkah ini adalah perencanaan produksi yang cukup efisien untuk memenuhi pesanan yang ada dan mengantisipasi permintaan jangka pendek tanpa terjadi kelebihan persediaan produk jadi.

4. Akuntansi Biaya


Siklus Penggajian dan Manajemen Sumber Daya Manusia

Siklus SDM/Penggajian adalah aktivitas bisnis yang berulang dan operasi pemrosesan data yang terkait dengan manajemen yang efektif atas tenaga kerja.

Bab ini memusatkan perhatian pada sistem penggajian.

Beberapa aktivitas yang lebih penting adalah tugas berikut :

– Perekrutan dan Kontrak kerja

– Pelatihan

– Penugasan pekerjaan

– Kompensasi (penggajian)

– Evaluasi Kinerja

– Pemutusan hubungan kerja

fungsi dasar dari SIA pada siklus SDM/penggajian adalah:

    1. Pemrosesan data transaksi tentang aktivitas karyawan
    2. Menjaga aset organisasi
    3. Penyediaan informasi untuk pengambilan keputusan

Aktivitas siklus penggajian:

    1. Update file master payroll

Aktivitas pertama dalam siklus SDM/penggajian adalah update file payroll master untuk menunjukkan perubahan seperti pengangkatan karyawan baru, penghentian, perubahan dalam tingkat gaji atau perubahan pada struktur penggajian

Penting bahwa perubahan penggajian dimasukkan secara teratur dan merefleksikan dengan benar pada periode pembayaran selanjutnya

    1. Update tingkat pajak dan pengurangan lainnya

Aktivitas kedua dalam siklus SDM/penggajian melibatkan update informasi tentang tingkat pajak dan pengurangan lainnya.

Perubahan ini terjadi ketika update tentang perubahan pada tingkat pajak dan pengurangan penggajian lainnya diterima dari berbagai unit pemerintah dan perusahaan asuransi

    1. Validasi waktu dan data absensi

Informasi ini mempunyai berbagai bentuk, tergantung status seorang karyawan.

    1. Menyiapkan penggajian

Data tentang jam kerja disediakan oleh departemen dimana karyawan bekerja

Informasi tingkat gaji diperoleh dari file master payroll.

Orang yang bertanggungjawab untuk menyiapkan pembayaran gaji tidak dapat menambah rekord baru pada file ini

    1. Membagikan gaji

Aktivitas kelima adalah penyerahan cek kepada karyawan. ke rekening tabungan karyawan di bank Sebagian besar karyawan dibayar baik dengan cek atau langsung dimasukkan

    1. Menghitung tunjangan karyawan yang telah dibayarkan dan pajaknya

Beberapa pajak gaji dan tunjangan dibayar langsung oleh perusahaan.

Pihak perusahaan sering menanggung premi atas asuransi kesehatan, kecelakaan kerja dan lainnya untuk karyawan

    1. Menghitung pajak penggajian dan pengurangan lainnya

Aktivitas terakhir dalam proses penggajian adalah membayar utang pajak penggajian dan pengurangan lainnya atas setiap karyawan.

Organsisasi harus secara periodik menyiapkan cek atau melakukan transfer secara elektronik untuk membayar berbagai utang pajak yang muncul.

Sistem penggajian harus dirancang untuk mengumpulkan dan mengintegrasikan data biaya dengan informasi lainnya agar manajemen dapat membuat keputusan berikut:

1 Kebutuhan tenaga kerja

2 Kinerja karyawan

3 Moral Karyawan

4 Efisiensi dan efektivitas pemrosesan penggajian




Siklus Keuangan

Manajemen keuangan dimulai dengan tujuan jelas proyek. Tujuan ini digunakan untuk mengembangkan sebuah rencana tindakan untuk mencapainya- rencana yang realistis, dapat dinilai dan merupakan cara yang paling efisien untuk mencapai tujuan. Rencana ini diterjemahkan ke dalam anggaran yang memberikan sumber daya untuk setiap aktivitas - penyusunan anggaran akan memberikan informasi tambahan tentang setiap kegiatan yang dapat menyebabkan rencana harus diubah. Ketika bagian dari siklus ini selesai, akan ada anggaran ringkas yang mengalokasikan sumber daya untuk setiap aktivitas. Tujuannya adalah untuk membuat anggaran yang akan sedekat mungkin untuk operasi proyek yang sebenarnya.

Ketika proyek dimulai, akuntansi juga dimulai. Catatan akuntansi dan laporan tentang semua transaksi keuangan. Ada dua jenis akuntansi - akuntansi organisasi formal yang dilakukan oleh bagian akuntansi organisasi dan akuntansi manajemen yang dilakukan oleh manajer proyek. Periodik, seluruh proyek, manajer transfer informasi dari laporan akuntansi ke dalam anggaran. Selama fase ini manajer terus menerus membandingkan proyeksi anggaran dengan hasil aktual dari akuntansi. Kegiatan ini dapat menyebabkan intervensi manajemen dalam proyek untuk menangani bidang-bidang yang menjadi perhatian.

Akhirnya, pada akhir proyek, manajer bersama dengan personil akuntansi akan menghasilkan serangkaian laporan hasil keuangan proyek. Laporan-laporan ini akan dimasukkan kedalam laporan keseluruhan proyek dan memberikan informasi berharga untuk membantu dalam pengembangan proyek-proyek masa depan.



Sumber:
Materi Download dari Home Site Dr. LANA SULARTO, SE, MMSI (http://lana.staff.gunadarma.ac.id)
Dengan beberapa perubahan.